Minum Kopi Bisa Bikin Mules

Minum Kopi Bisa Bikin Mules, Benarkah?

Pernah baru beberapa menit minum kopi, tiba tiba perut mulas dan ingin ke toilet? Kalau iya, Anda nggak sendirian. Minum kopi bisa bikin mules pada sebagian orang karena kafein dan senyawa lain dalam kopi dapat memengaruhi saluran pencernaan.

Efeknya memang berbeda pada setiap orang. Ada yang merasa lebih fokus setelah minum kopi, sementara yang lain justru harus buru buru mencari toilet.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, kopi mengandung kafein yang bekerja sebagai stimulan. Pada konsumsi berlebihan, kafein dapat memicu peningkatan frekuensi buang air besar dan diare pada sebagian orang. [1]

Jadi, kalau setelah minum kopi perut terasa mulas, keluhan tersebut bukan sekadar sugesti.

Kenapa Minum Kopi Bisa Bikin Mules?

Ada beberapa alasan medis yang dapat menjelaskan hubungan antara kopi dan rasa mulas.

1. Kafein Merangsang Aktivitas Usus

Kafein merupakan stimulan yang dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf. Pada sebagian orang, efek ini juga terasa pada saluran pencernaan.

Akibatnya, gerakan usus dapat menjadi lebih aktif. Feses pun terdorong lebih cepat menuju rektum sehingga muncul keinginan untuk buang air besar.

Itulah salah satu alasan minum kopi bisa bikin mules dan membuat seseorang ingin segera ke toilet.

2. Kopi Dapat Memengaruhi Lambung

Kopi mengandung kafein dan sejumlah senyawa yang dapat merangsang aktivitas saluran pencernaan. Pada orang dengan lambung sensitif, konsumsi kopi dapat memperburuk rasa tidak nyaman di perut.

Kemenkes juga mencatat bahwa kopi dapat memicu keluhan pada orang yang memiliki lambung sensitif. [2]

Keluhannya bisa berupa:

  • perut terasa mulas
  • nyeri atau rasa tidak nyaman di ulu hati
  • mual
  • kembung
  • sensasi panas di dada pada sebagian orang

3. Minum Kopi Setelah Bangun Tidur Bisa Memicu BAB

Ada orang yang merasa lebih mudah buang air besar setelah minum kopi pada pagi hari. Kondisi ini dapat terjadi karena tubuh memang memiliki aktivitas usus yang meningkat setelah bangun dan setelah makan.

Kopi kemudian menjadi salah satu pemicu tambahan yang membuat refleks buang air besar terasa lebih kuat.

4. Tambahan Susu dan Pemanis Bisa Menjadi Pemicu

Kadang bukan kopinya saja yang menjadi masalah.

Kopi susu dengan banyak gula, krimer, atau susu sapi juga dapat menyebabkan keluhan pencernaan pada orang tertentu. Misalnya, individu dengan intoleransi laktosa dapat mengalami kembung, mulas, atau diare setelah mengonsumsi susu.

Jadi, perhatikan juga apa yang dicampurkan ke dalam kopi.

Baca Juga: Persiapan Kesehatan Lomba 17 Agustus, Jangan Sampai Semangat Merdeka Berakhir di Ruang Perawatan

Apakah Kopi Selalu Menyebabkan Mules?

Tidak.

Efek kopi sangat bergantung pada kondisi tubuh, jenis kopi, jumlah yang diminum, waktu konsumsi, serta sensitivitas masing masing orang.

Seseorang yang terbiasa minum kopi mungkin tidak mengalami keluhan apa pun. Sebaliknya, orang dengan lambung sensitif atau gangguan pencernaan tertentu bisa lebih mudah merasa mulas.

Kementerian Kesehatan RI juga menekankan bahwa toleransi terhadap kafein tidak sama pada setiap orang. [3]

Karena itu, tidak tepat jika kopi dianggap pasti menyebabkan masalah pencernaan pada semua orang.

Minum Kopi Bikin Mules, Apakah Berbahaya?

Jika rasa mulas hanya muncul sesekali dan segera membaik setelah buang air besar, biasanya tidak perlu langsung khawatir.

Namun, keluhan perlu diperhatikan jika muncul terus menerus atau semakin berat.

Waspadai jika mules disertai:

  • diare berkepanjangan
  • darah pada tinja
  • muntah berulang
  • nyeri perut hebat
  • demam
  • berat badan turun tanpa sebab yang jelas
  • BAB berubah terus menerus
  • tubuh terasa sangat lemas

Kondisi tersebut tidak sebaiknya dianggap hanya sebagai efek minum kopi. Bisa saja terdapat masalah pada saluran pencernaan yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut.

Bagaimana Jika Tetap Ingin Minum Kopi?

Kalau Anda menyukai kopi tetapi sering mengalami mules, bukan berarti harus langsung mengucapkan selamat tinggal pada minuman favorit.

Coba beberapa langkah sederhana berikut:

Kurangi Jumlah Kopi

Perhatikan jumlah kopi yang diminum dalam sehari. Kafein berlebihan dapat menyebabkan berbagai keluhan, termasuk gangguan pencernaan.

Jangan Langsung Minum Saat Perut Sangat Sensitif

Jika kopi saat perut kosong selalu membuat perut tidak nyaman, coba konsumsi setelah makan ringan.

Perhatikan Campurannya

Coba kurangi gula, krimer, atau susu jika setiap kali mengonsumsi kopi susu keluhan justru semakin berat.

Kenali Batas Tubuh

Kalau setiap kali minum kopi muncul mules hebat, tubuh mungkin sedang memberi sinyal bahwa konsumsi tersebut perlu dikurangi.

Baca Juga: Yuk, Bedah Kandungan Natrium yang Ada di Mie Instan

Kapan Sebaiknya Melakukan Pemeriksaan?

Jika mules dan perubahan pola BAB terjadi berulang kali, jangan buru buru menyimpulkan bahwa kopi adalah penyebabnya.

Gangguan pencernaan seperti sindrom iritasi usus, intoleransi makanan, infeksi saluran cerna, atau kondisi lain juga dapat menyebabkan keluhan serupa.

Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa kafein dapat menjadi salah satu pemicu keluhan pada penderita irritable bowel syndrome atau IBS. [4]

Jika keluhan menetap, pemeriksaan medis diperlukan untuk mencari penyebab yang sebenarnya.

Dengarkan Sinyal Tubuh, Bukan Sekadar Menebak

Secangkir kopi mungkin terlihat sederhana. Namun, respons tubuh terhadapnya bisa berbeda beda.

Bagi sebagian orang, kopi membantu memulai hari. Bagi yang lain, bunyi perut setelah menyeruput kopi justru menjadi alarm kecil untuk segera ke toilet.

Jadi, minum kopi bisa bikin mules, dan kondisi tersebut memang dapat terjadi secara medis. Namun, jika keluhan sering muncul, semakin berat, atau disertai gejala lain, jangan berhenti pada dugaan.

Laboratorium Medis CITO menyediakan berbagai pemeriksaan laboratorium yang dapat membantu dokter mengevaluasi kondisi kesehatan sesuai keluhan dan indikasi medis.

Jaga pencernaan, kenali respons tubuh, dan lakukan pemeriksaan jika keluhan terus berulang. Karena kesehatan bukan soal menebak, tetapi memastikan.

Innovation For Happiness

Referensi