Batu ginjal biasanya baru diketahui ketika rasa sakit mulai mengganggu kegiatan sehari-hari. Padahal, pembentukan batu di saluran kemih bisa dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari. Termasuk di dalamnya pola makan dan pengambilan cairan. Berita baiknya, perubahan kecil dalam pilihan makanan bisa membantu mengurangi risiko terbentuknya batu ginjal.

Lalu, apa saja makanan yang baik untuk penderita batu ginjal dan bisa dimasukkan ke dalam menu harian? Jawabannya tidak hanya tentang menghindari makanan tertentu. Jenis batu, jumlah cairan yang dikonsumsi, kadar garam, protein, oksalat, serta asupan kalsium juga harus diperhatikan.

Menurut Kementerian Kesehatan RI Tahun 2023, pencegahan batu saluran kemih bisa dilakukan dengan mengatur asupan cairan, makanan seimbang, membatasi garam, mengatur protein, serta mengonsumsi sayur dan buah sesuai dengan kondisi tubuh.

Mengapa Pola Makan Berpengaruh pada Batu Ginjal?

Ketika mineral dan garam tertentu di dalam urine mengalami konsentrasi yang terlalu tinggi hingga membentuk kristal, batu ginjal terbentuk. Urine yang terlalu pekat, seperti akibat kurang minum, dapat meningkatkan kondisi yang mendukung pembentukan kristal. Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa salah satu faktor yang meningkatkan kemungkinan terkena batu ginjal adalah dehidrasi. Pola makan yang mengandung banyak natrium, protein, dan gula juga dapat meningkatkan kemungkinan terkena beberapa jenis batu ginjal. Sebaliknya, pola makan harus disesuaikan dengan jenis batu yang muncul dan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Makanan untuk Batu Ginjal

1. Jeruk dan Lemon

Buah-buahan jeruk, sitrus, limau menjadi deretan makanan terbaik untuk mencegah batu ginjal karena mempunyai kandungan sitrat tinggi yang menghambat pembentukan kristal baru. Bagi orang yang memiliki kecenderungan membentuk batu, buah sitrus dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari karena sitrat merupakan salah satu komponen yang diperhatikan dalam pengaturan pola makan mereka. Tambahan perasan jeruk nipis atau lemon ke air putih tanpa gula adalah pilihan praktis.

2. Makanan Kaya Kalsium

Makanan kaya kalsium, seperti produk susu dan susu nabati yang diperkaya, sangat penting karena kalsium mengikat zat-zat, di usus seperti oksalat. Zat-zat ini bisa berakhir di urin dan membentuk batu ginjal. Dengan demikian, susu dan produk olahannya dapat tetap menjadi bagian dari pola makan selama jumlahnya sesuai kebutuhan dan tidak terdapat kondisi medis lain yang memerlukan pembatasan. Poin pentingnya bukan menghilangkan kalsium, melainkan menjaga asupannya tetap sesuai kebutuhan.

3. Buah dan Sayur

Selain minum air, mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung banyak air, seperti mentimun, semangka, dan jeruk, dapat meningkatkan volume urine dan membantu mengencerkan mineral yang membentuk batu ginjal.

4. Kacang-Kacangan

kacang-kacangan seperti kacang  merah dan lentil merupakan alternatif protein hewani yang ramah bagi ginjal karena mempunyai kandungan yang baik dan rendah purin dibandingkan dengan daging merah.

5. Protein Secukupnya

Tubuh membutuhkan protein, tetapi orang dengan risiko batu ginjal tertentu harus memperhatikan konsumsi protein berlebihan dari sumber hewani. Pada pendidikan pasien batu saluran kemih dengan fungsi ginjal normal, Kementerian Kesehatan RI menyarankan diet protein secukupnya, yaitu sekitar 0,8 hingga 1 gram/kg berat badan per hari. Untuk pasien batu asam urat, pola makan juga dapat membatasi protein, garam, dan purin. Kementerian Kesehatan Amerika Serikat, 2023. Oleh karena itu, pola makan bukan berarti harus menghindari protein. Yang lebih penting adalah menjaga jumlah protein yang cukup dan memilih sumber protein yang tepat untuk memenuhi kebutuhan.

6. Minim Produk Ultra-Proses

Pilihan makanan sehari-hari juga dapat memengaruhi kemampuan untuk mengontrol asupan natrium. CDC Tahun 2024 menyarankan agar orang lebih banyak mengonsumsi makanan segar. Mereka juga menyarankan agar orang mengurangi konsumsi makanan kemasan, makanan restoran, saus, produk instan, dan makanan olahan yang mengandung banyak sodium. Makanan sederhana seperti nasi, sayuran, buah, sumber protein secukupnya, dan lauk yang dimasak sendiri dapat membuatnya lebih mudah untuk mengontrol jumlah garam yang ada dalam tubuh. Bukan berarti makanan instan segera dilarang. Namun, frekuensi dan porsi harus diperhatikan, terutama jika Anda sudah mengonsumsi banyak natrium setiap hari.

Penderita Batu Ginjal Harus Menghindari Bayam dan Kacang?

Bayam dan kacang-kacangan memang termasuk kelompok makanan yang mengandung oksalat. Namun, bukan berarti seluruh penderita batu ginjal harus menghilangkannya dari menu.

Kementerian Kesehatan RI Tahun 2023 menekankan bahwa diet rendah oksalat digunakan pada kondisi hiperoksaluria atau kecenderungan tertentu terhadap pembentukan batu. Artinya, pengaturan makanan sebaiknya tidak dilakukan dengan pendekatan semua batu ginjal sama. Jenis batu yang terbentuk, riwayat kesehatan, hasil pemeriksaan urine, serta kondisi fungsi ginjal dapat memengaruhi rekomendasi diet.

Batu Ginjal Tidak Harus Menjadi Alarm untuk Mengubah Seluruh Menu

Makanan untuk batu ginjal bukan tentang mencari satu makanan yang mampu menghancurkan batu secara instan. Strategi yang lebih realistis adalah menjaga kecukupan cairan, membatasi natrium, mengatur protein, mempertahankan pola makan seimbang, serta menyesuaikan asupan oksalat, kalsium, dan zat lain berdasarkan jenis batu. Perubahan kecil yang konsisten jauh lebih bernilai daripada diet ekstrem yang hanya dilakukan sesaat.

Mulai dari hal sederhana: cukup minum, kurangi makanan terlalu asin, pilih lebih banyak bahan makanan segar, dan jangan mengabaikan pemeriksaan ketika muncul keluhan. Untuk mendapatkan informasi kesehatan dan layanan pemeriksaan yang lebih praktis, kunjungi laboratorium medis CITO atau akses aplikasi Beranda CITO untuk melakukan reservasi pemeriksaan dan mengakses layanan kesehatan. Informasi layanan, edukasi kesehatan, serta promo terbaru juga dapat diperoleh melalui WhatsApp Channel CITO.

Innovation For Happiness

REFERENSI
  • Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Fast Facts: Data on Water Consumption. Atlanta: CDC.
  • Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Tips for Reducing Sodium Intake. Atlanta: CDC.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Batu Ginjal. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Batu Saluran Kemih. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Mengenal Kolik Ginjal. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  • World Health Organization. (2023). Reducing Sodium Intake to Reduce Blood Pressure and Risk of Cardiovascular Diseases in Adults. Geneva: World Health Organization.
  • World Health Organization. (2024). WHO Global Sodium Benchmarks for Different Food Categories. Geneva: World Health Organization.