Pernah mendengar anggapan bahwa terlalu sering mengucek mata dapat menyebabkan mata silinder? Mitos ini sudah lama beredar dan masih dipercaya oleh banyak orang. Tidak sedikit pula yang mulai khawatir ketika penglihatan terasa buram setelah memiliki kebiasaan menggosok mata. Faktanya, hubungan antara mengucek mata dan mata silinder tidak sesederhana yang dibayangkan. Mengucek mata memang tidak secara langsung menciptakan silinder pada mata yang sebelumnya benar-benar normal. Namun, kebiasaan tersebut dapat memperburuk bentuk kornea pada kondisi tertentu sehingga kelainan penglihatan menjadi lebih nyata. Oleh karena itu, penting memahami fakta ilmiah di balik anggapan bahwa mengucek mata bisa menyebabkan silinder agar kesehatan mata tetap terjaga.
Apa Itu Mata Silinder?
Mata silinder atau astigmatisme merupakan kelainan refraksi yang terjadi ketika permukaan kornea atau lensa mata memiliki bentuk yang tidak simetris. Akibatnya, cahaya yang masuk ke mata tidak terfokus pada satu titik di retina sehingga penglihatan menjadi kabur atau berbayang.
Menurut World Health Organization (WHO, 2023), kelainan refraksi seperti miopia, hipermetropia, presbiopia, dan astigmatisme termasuk penyebab utama gangguan penglihatan di seluruh dunia yang sebenarnya dapat dideteksi dan dikoreksi sejak dini.
Gejala mata silinder antara lain:
- Penglihatan kabur pada jarak dekat maupun jauh.
- Objek terlihat berbayang atau ganda.
- Mata mudah lelah saat membaca.
- Sering menyipitkan mata.
- Sakit kepala setelah bekerja menggunakan layar digital dalam waktu lama.
Benarkah Mengucek Mata Bisa Menyebabkan Silinder?
Jawabannya adalah tidak secara langsung, tetapi kebiasaan mengucek mata dapat meningkatkan risiko perubahan bentuk kornea, terutama pada individu yang memiliki kornea lebih lemah atau memiliki faktor genetik tertentu. Kornea merupakan lapisan bening di bagian depan mata yang berfungsi memfokuskan cahaya. Tekanan mekanis yang berulang akibat menggosok mata dengan kuat dapat memberikan gaya tekan pada kornea. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi mempercepat perubahan bentuk kornea pada individu yang rentan.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC, 2024) juga mengingatkan bahwa menggosok mata dengan tangan dapat meningkatkan risiko iritasi, masuknya kuman, hingga infeksi mata karena tangan sering kali membawa bakteri maupun virus dari berbagai permukaan. Dengan kata lain, anggapan bahwa mengucek mata bisa menyebabkan silinder tidak sepenuhnya benar. Kebiasaan tersebut bukan penyebab utama astigmatisme, tetapi dapat memperburuk kondisi mata yang memang sudah memiliki kecenderungan mengalami perubahan bentuk kornea.
Mengucek Mata Lebih Berbahaya Menyebabkan Silinder
Banyak orang mengira risiko terbesar dari mengucek mata hanyalah mata menjadi merah. Padahal, terdapat beberapa dampak lain yang sering tidak disadari.
1. Mempercepat Kerusakan Kornea
Tekanan berulang dapat membuat struktur kolagen pada kornea menjadi lebih lemah. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat berkembang menjadi keratokonus, yaitu penipisan kornea yang menyebabkan bentuk kornea semakin menonjol dan penglihatan menjadi semakin buram. Keratokonus sering kali baru terdiagnosis ketika kualitas penglihatan mulai menurun secara signifikan.
2. Meningkatkan Risiko Infeksi Mata
Tangan merupakan salah satu media utama penyebaran mikroorganisme. Saat mata digosok tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, bakteri, virus, maupun alergen dapat berpindah ke permukaan mata. CDC (2024) menegaskan pentingnya menjaga kebersihan tangan sebelum menyentuh area wajah, termasuk mata, untuk membantu mencegah penularan berbagai penyakit infeksi.
3. Memicu Lingkaran Gatal yang Sulit Berhenti
Semakin sering mata digosok, semakin banyak zat peradangan yang dilepaskan pada jaringan mata. Akibatnya rasa gatal justru bertambah dan muncul keinginan untuk mengucek mata kembali. Kondisi ini sering ditemukan pada penderita alergi mata.
Cara Aman Mengatasi Mata Gatal Tanpa Mengucek
Ketika mata terasa gatal, beberapa langkah berikut lebih aman dibandingkan menggosok mata.
- Berkedip beberapa kali untuk membantu menyebarkan air mata alami.
- Gunakan air mata buatan sesuai anjuran tenaga kesehatan apabila mata terasa kering.
- Kompres dingin selama beberapa menit untuk membantu mengurangi rasa gatal.
- Cuci tangan sebelum menyentuh area sekitar mata.
- Istirahatkan mata menggunakan prinsip 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat objek sejauh sekitar 20 kaki selama 20 detik.
- Periksakan mata apabila keluhan berlangsung terus-menerus, muncul nyeri hebat, atau penglihatan semakin kabur.
Jangan Sembarangan Mengucek Mata
Kesimpulannya, anggapan bahwa mengucek mata bisa menyebabkan silinder tidak sepenuhnya benar. Mata silinder umumnya dipengaruhi oleh bentuk kornea atau lensa yang tidak normal, faktor keturunan, maupun kondisi tertentu pada mata. Namun, kebiasaan mengucek mata secara berlebihan dapat memperburuk bentuk kornea pada individu yang rentan, meningkatkan risiko infeksi, serta memicu gangguan penglihatan yang lebih serius.
Menjaga kesehatan mata dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti tidak menggosok mata, menjaga kebersihan tangan, mengurangi paparan layar secara berlebihan, dan melakukan pemeriksaan mata secara rutin.
Innovation For Happiness
REFERENSI
- Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Healthy Contact Lens Wear and Care.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Pentingnya Menjaga Kesehatan Mata sebagai Bagian dari Upaya Pencegahan Gangguan Penglihatan.
- World Health Organization. (2023). Blindness and Vision Impairment.
Recent Comments