Kafein Kopi vs Teh, Lebih Kuat Mana?
Sama sama bisa membantu mengusir rasa kantuk, kafein kopi vs teh sering dibandingkan. Banyak yang menganggap kopi pasti jauh lebih kuat. Ada juga yang memilih teh karena merasa efeknya lebih ringan.
Lalu, sebenarnya kafein kopi vs teh lebih kuat mana?
Secara umum, kopi memiliki kadar kafein lebih tinggi dibandingkan teh dalam jumlah sajian yang sama. Namun, kandungan kafein dapat berbeda tergantung jenis minuman, jumlah bahan yang digunakan, metode penyeduhan, dan ukuran sajian.
Jadi, bukan hanya soal kopi atau teh. Cara minumnya juga ikut menentukan.
Berapa Banyak Kafein dalam Kopi dan Teh?
Kandungan kafein tidak memiliki satu angka yang berlaku untuk semua kopi dan teh.
Sebagai gambaran, secangkir kopi seduh umumnya mengandung kafein lebih tinggi dibandingkan secangkir teh hitam atau teh hijau.
Menurut U.S. Food and Drug Administration, kandungan kafein dalam kopi seduh sekitar 355 ml dapat berada pada kisaran 113 sampai 247 mg. Sementara itu, teh hitam dengan ukuran yang sama umumnya mengandung sekitar 71 mg kafein.
Perbedaan tersebut membuat kopi cenderung memberikan efek stimulasi yang lebih kuat.
Gambaran Sederhana
| Minuman | Kandungan kafein secara umum |
|---|---|
| Kopi seduh 355 ml | sekitar 113 sampai 247 mg |
| Teh hitam 355 ml | sekitar 71 mg |
| Teh hijau 355 ml | umumnya lebih rendah dari teh hitam |
| Kopi instan | bervariasi sesuai produk |
Angka tersebut hanya gambaran. Produk dan cara penyajian bisa membuat kandungan kafein berbeda cukup jauh.
Kenapa Kopi Terasa Lebih Nendang?
Kafein bekerja sebagai stimulan sistem saraf pusat. Salah satu mekanismenya adalah menghambat kerja adenosin, yaitu senyawa yang berperan dalam munculnya rasa kantuk.
Karena itu, setelah mengonsumsi kafein, seseorang dapat merasa lebih terjaga dan waspada.
Pada kopi, jumlah kafein yang lebih tinggi dalam satu sajian membuat efek stimulannya sering terasa lebih cepat atau lebih kuat.
Namun, respons tubuh setiap orang tidak sama.
Ada orang yang minum kopi lalu tetap santai. Ada pula yang baru beberapa teguk sudah merasa jantung berdebar dan sulit tidur.
Kalau Teh Kafeinnya Lebih Rendah, Apakah Efeknya Lebih Ringan?
Belum tentu sesederhana itu.
Teh juga mengandung senyawa lain, termasuk L-theanine, yang dapat memengaruhi pengalaman seseorang setelah minum teh.
Kombinasi kafein dan L-theanine sering dikaitkan dengan rasa lebih rileks tetapi tetap waspada. Karena itu, efek minum teh pada sebagian orang terasa lebih lembut dibandingkan kopi.
Inilah salah satu alasan mengapa orang yang sensitif terhadap kopi sering memilih teh sebagai alternatif.
Kafein Mana yang Lebih Lama Bertahan di Tubuh?
Kafein dari kopi dan teh pada dasarnya merupakan molekul yang sama. Tubuh tidak memiliki sistem metabolisme khusus yang membuat kafein dari kopi menjadi jenis kafein yang berbeda dari kafein teh.
Lama kafein berada dalam tubuh dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, kondisi tubuh, kehamilan, obat tertentu, serta kebiasaan konsumsi kafein.
Menurut FDA, pada orang dewasa sehat, hingga sekitar 400 mg kafein per hari umumnya tidak dikaitkan dengan efek negatif berbahaya. Namun, batas ini bukan berarti semua orang akan merasa nyaman pada jumlah tersebut.
Apakah Kopi Lebih Sehat daripada Teh?
Tidak tepat jika langsung mengatakan salah satunya lebih sehat.
Kopi dan teh sama sama dapat menjadi bagian dari pola konsumsi yang sehat jika dikonsumsi secara bijak.
Masalahnya sering kali bukan hanya pada kafein, tetapi juga pada tambahan gula, krimer, sirup, susu tinggi kalori, atau bahan lainnya.
Segelas kopi tanpa banyak tambahan tentu berbeda dengan minuman kopi yang penuh gula dan sirup.
Begitu pula teh. Teh tanpa gula berbeda dengan teh manis yang dikonsumsi berkali kali dalam sehari.
WHO merekomendasikan pembatasan konsumsi gula bebas untuk membantu mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan.
Kapan Kafein Bisa Menjadi Masalah?
Walaupun dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, terlalu banyak kafein dapat menyebabkan keluhan pada sebagian orang.
Beberapa efek yang mungkin muncul antara lain:
- jantung berdebar
- gelisah
- tangan gemetar
- sakit kepala
- sulit tidur
- mual
- perut terasa tidak nyaman
- lebih sering buang air kecil
Kafein juga dapat mengganggu tidur jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur.
Kalau setiap kali minum kopi atau teh Anda mengalami keluhan tersebut, coba perhatikan jumlah dan waktu konsumsinya.
Siapa yang Perlu Lebih Berhati Hati?
Tidak semua orang memiliki toleransi kafein yang sama.
Kelompok tertentu perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai jumlah kafein yang aman, termasuk ibu hamil dan orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Kementerian Kesehatan RI juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan konsumsi kafein dan tidak mengonsumsinya secara berlebihan. [3]
Jika Anda memiliki keluhan seperti jantung berdebar berulang, gangguan tidur berat, atau keluhan pencernaan setelah minum kopi maupun teh, sebaiknya jangan hanya menganggapnya sebagai efek kafein.
Jadi, Kopi atau Teh yang Kafeinnya Lebih Kuat?
Jika dibandingkan dalam ukuran sajian yang sama, kopi umumnya memiliki kandungan kafein lebih tinggi daripada teh.
Namun, kekuatan efek kafein tetap dipengaruhi oleh:
- jenis kopi atau teh
- ukuran sajian
- jumlah bahan yang digunakan
- lama dan metode penyeduhan
- toleransi tubuh terhadap kafein
- waktu konsumsi
Jadi, kalau pertanyaannya kafein kopi vs teh lebih kuat mana, jawabannya secara umum adalah kopi.
Tetapi bukan berarti teh bebas kafein atau selalu lebih aman. Jumlah yang dikonsumsi tetap menjadi kunci.
Tips Minum Kopi dan Teh agar Tetap Sehat
Supaya manfaatnya tidak berubah menjadi masalah, perhatikan beberapa hal berikut:
Perhatikan jumlahnya. Jangan menjadikan kopi atau teh sebagai satu satunya sumber energi sepanjang hari.
Batasi gula tambahan. Terlalu banyak gula justru dapat meningkatkan asupan kalori harian.
Hindari terlalu dekat dengan waktu tidur. Kafein dapat membuat tubuh tetap terjaga lebih lama.
Perhatikan respons tubuh. Jika muncul jantung berdebar, gelisah, atau sulit tidur, kurangi konsumsi.
Tetap utamakan air putih. Kopi dan teh bukan pengganti kebutuhan cairan utama sehari hari.
Kapan Perlu Memeriksakan Kondisi Tubuh?
Jika keluhan setelah minum kopi atau teh terjadi berulang, jangan langsung menyalahkan kafein.
Misalnya, jantung berdebar bisa memiliki banyak penyebab. Begitu juga rasa lemas, pusing, gangguan tidur, atau keluhan pencernaan.
Jika keluhan menetap atau mengganggu aktivitas, pemeriksaan kesehatan dapat membantu mencari penyebab yang lebih tepat.
Laboratorium Medis CITO menyediakan berbagai pemeriksaan laboratorium yang dapat membantu dokter mengevaluasi kondisi kesehatan sesuai keluhan dan kebutuhan medis.
Kopi boleh, teh boleh. Yang penting, kenali batas tubuh dan jangan abaikan sinyal kesehatan.
Innovation For Happiness
Referensi
- U.S. Food and Drug Administration. 2024. Spilling the Beans: How Much Caffeine is Too Much?
https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/spilling-beans-how-much-caffeine-too-much - World Health Organization. 2023. WHO calls on countries to reduce sugars intake among adults and children.
https://www.who.int/news/item/04-03-2015-who-calls-on-countries-to-reduce-sugars-intake-among-adults-and-children - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2022. Kopi Baik untuk Anda, Mitos atau Fakta?
https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/528/kopi-baik-untuk-anda-mitos-atau-fakta

Recent Comments