makanan dapat memicu munculnya jerawat

Jerawat bukan hanya persoalan kebersihan kulit atau perubahan hormon. Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian menunjukkan bahwa pola makan juga memiliki kaitan erat dengan kondisi kulit, terutama pada jerawat yang muncul berulang. Tidak sedikit kasus jerawat yang sulit membaik meski sudah menggunakan berbagai produk skincare, namun ternyata dipengaruhi oleh konsumsi makanan tertentu setiap hari. Fenomena ini semakin sering ditemukan pada kelompok usia produktif, terutama generasi milenial dan Gen Z yang memiliki gaya hidup serba cepat, tinggi konsumsi makanan instan, minuman manis, hingga pola tidur yang kurang teratur. Kombinasi tersebut dapat menjadi penyebab jerawat muncul secara terus-menerus tanpa disadari. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), makanan dengan indeks glikemik tinggi berpotensi memperburuk jerawat karena memicu lonjakan gula darah dan meningkatkan produksi hormon IGF-1 yang berhubungan dengan produksi minyak berlebih pada kulit.

Mengapa Pola Makan Bisa Menyebabkan Jerawat Sering Muncul?

Kulit merupakan refleksi dari kondisi tubuh secara keseluruhan. Ketika tubuh terlalu sering menerima asupan tinggi gula, lemak trans, atau makanan ultra processed, tubuh dapat mengalami peningkatan inflamasi. Kondisi ini memicu produksi sebum berlebih, penyumbatan pori, hingga mempercepat munculnya bakteri penyebab jerawat. Selain faktor hormon dan genetik, penelitian juga menemukan bahwa pola makan modern atau western diet memiliki hubungan dengan peningkatan peradangan kulit. Diet seperti ini umumnya tinggi gula, susu tinggi lemak, makanan cepat saji, serta karbohidrat olahan. Kondisi tersebut dapat menjadi penyebab jerawat muncul lebih sering, terutama pada area wajah, dagu, dan rahang.

Makanan dengan Gula Tinggi yang Diam-Diam Memicu Jerawat

Salah satu penyebab jerawat muncul yang paling sering diabaikan adalah konsumsi gula berlebih. Tidak hanya berasal dari permen atau cokelat, gula tersembunyi juga banyak ditemukan pada kopi kekinian, minuman boba, sereal, roti putih, hingga yogurt dengan tambahan pemanis. Makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat meningkatkan kadar insulin secara cepat. Peningkatan insulin ini akan merangsang hormon IGF-1 yang memicu produksi minyak berlebih pada kulit serta meningkatkan inflamasi. Beberapa jenis makanan tinggi gula yang perlu dibatasi antara lain:

  • Minuman bersoda
  • Teh dan kopi dengan tambahan gula berlebih
  • Dessert tinggi krim dan gula
  • Roti putih dan pastry
  • Sereal manis
  • Minuman energi

Fakta menariknya, lonjakan gula darah tidak hanya berdampak pada kulit, tetapi juga berhubungan dengan peningkatan risiko obesitas dan diabetes tipe 2 menurut World Health Organization (WHO).

Produk Susu Tertentu Dapat Memperburuk Kondisi Kulit

Masih banyak yang belum mengetahui bahwa susu tertentu, khususnya susu skim dan whey protein, dapat menjadi penyebab jerawat muncul pada sebagian orang. Penelitian menunjukkan bahwa kandungan hormon alami dalam susu berpotensi meningkatkan aktivitas kelenjar minyak pada kulit. Hal ini sering ditemukan pada individu yang rutin mengonsumsi whey protein, susu rendah lemak atau skim, milkshake tinggi gula, dan es krim. Tetapi tidak semua produk susu memberikan efek yang sama. Yogurt plain atau fermented dairy justru cenderung lebih aman karena mengandung probiotik yang baik untuk kesehatan usus dan inflamasi tubuh.

Pola Makan Tidak Seimbang Juga Berpengaruh

Selama ini banyak anggapan bahwa jerawat hanya dipicu makanan berminyak. Faktanya, penyebab jerawat muncul jauh lebih kompleks. Kurangnya asupan serat, sayur, buah, dan air putih juga dapat memperburuk kondisi kulit. Tubuh membutuhkan antioksidan, vitamin, serta mineral untuk membantu proses regenerasi kulit dan mengurangi inflamasi. Pola makan rendah nutrisi membuat proses perbaikan kulit menjadi kurang optimal. Beberapa nutrisi yang berperan penting untuk kesehatan kulit seperti zinc, vitamin A, vitamin C, omega-3, dan antioksidan alami. Pola makan rendah glikemik yang kaya sayur, buah, dan whole grain dapat membantu mengurangi jerawat secara bertahap.

Kondisi Jerawat yang Tidak Kunjung Membaik Perlu Diperiksa

Jerawat yang muncul terus-menerus tidak selalu disebabkan oleh skincare yang tidak cocok. Pada beberapa kondisi, jerawat dapat berkaitan dengan gangguan hormonal, stres kronis, resistensi insulin, hingga inflamasi dalam tubuh. Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh dapat membantu mengetahui faktor pemicu yang sebenarnya. Pemeriksaan laboratorium dapat membantu mengevaluasi kadar gula darah, hormon, maupun kondisi kesehatan lain yang berkaitan dengan kulit. Untuk mendukung gaya hidup sehat yang lebih praktis, layanan digital kesehatan kini semakin mudah diakses melalui aplikasi Beranda CITO. Melalui satu aplikasi, berbagai layanan pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan lebih praktis tanpa antre. Informasi promo kesehatan, layanan laboratorium, hingga edukasi kesehatan terbaru juga dapat diakses melalui WhatsApp Channel CITO.

 

Innovation For Happiness

REFERENSI
  • American Academy of Dermatology. 2024. Can the Right Diet Get Rid of Acne? American Academy of Dermatology Association.
  • World Health Organization. 2023. Healthy Diet Fact Sheet. WHO.
  • Juhl CR, et al. 2022. Diet and Acne Vulgaris: Evidence From Clinical Studies. Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology.