ilustrasi Tidak Cuma Ginjal, Jantung Bisa Terganggu Jika Jarang Minum Air Putih

Air putih sering kali baru dicari ketika tenggorokan terasa kering atau rasa haus mulai muncul. Padahal, kebutuhan cairan berperan penting dalam menjaga berbagai fungsi tubuh, termasuk sirkulasi darah dan kerja jantung. Kebiasaan jarang minum air putih bukan sekadar persoalan dehidrasi, tetapi juga dapat memengaruhi keseimbangan cairan yang dibutuhkan tubuh untuk bekerja secara optimal.

Lantas, bagaimana kebiasaan kurang minum air putih dapat berkaitan dengan kesehatan jantung? Memahami hubungan antara cairan tubuh dan sistem peredaran darah menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan sejak dini.

Mengapa Kurang Minum Air Putih Bisa Memengaruhi Jantung?

Sebagian besar tubuh manusia terdiri atas air. Cairan ini berperan dalam mengatur suhu tubuh, membantu mengangkut zat gizi, mendukung proses metabolisme, serta menjaga volume darah agar sirkulasi tetap berjalan dengan baik. Ketika asupan cairan tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami dehidrasi. Kondisi ini terjadi saat cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak daripada yang masuk. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dehidrasi dapat memengaruhi kemampuan tubuh menjalankan fungsi normal dan menjadi lebih berisiko ketika terjadi saat cuaca panas atau aktivitas fisik yang meningkatkan kehilangan cairan.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah hubungan antara cairan tubuh dan sistem peredaran darah. Ketika tubuh kehilangan banyak cairan, volume darah dapat menurun. Akibatnya, tubuh perlu menyesuaikan kerja jantung dan pembuluh darah untuk mempertahankan aliran darah ke organ-organ penting. Artinya, jantung bisa terganggu jika jarang minum air putih, terutama ketika kebiasaan tersebut menyebabkan dehidrasi berulang atau terjadi bersamaan dengan kehilangan cairan yang cukup besar. Meski demikian, kurang minum air putih tidak secara otomatis menyebabkan penyakit jantung kronis. Dampaknya bergantung pada tingkat dehidrasi, kondisi kesehatan, aktivitas, serta faktor risiko lain yang dimiliki seseorang.

Dampak Dehidrasi yang Perlu Diwaspadai

1. Volume Darah Dapat Menurun

Air merupakan bagian penting dari plasma darah, yaitu komponen cair yang membawa sel darah, elektrolit, zat gizi, dan berbagai zat lain ke seluruh tubuh. Ketika kehilangan cairan terjadi secara berlebihan, volume plasma dapat berkurang sehingga volume darah yang beredar ikut menurun.

Dalam kondisi tersebut, tubuh berupaya mempertahankan pasokan darah ke organ vital melalui mekanisme kompensasi. Jika dehidrasi cukup berat, aliran darah ke jaringan dapat terganggu dan tekanan darah bisa turun.

2. Jantung Dapat Berdetak Lebih Cepat

Ketika volume darah menurun, tubuh berusaha mempertahankan sirkulasi dengan meningkatkan respons sistem saraf dan mengatur kerja pembuluh darah. Salah satu respons yang dapat muncul adalah peningkatan frekuensi denyut jantung. Akibatnya, jantung dapat berdetak lebih cepat, terutama ketika dehidrasi disertai aktivitas fisik atau paparan suhu panas. Kondisi ini tidak selalu menandakan penyakit jantung, tetapi denyut jantung yang cepat dan menetap perlu diperhatikan, terlebih jika disertai pusing, sesak napas, atau nyeri dada.

3. Tekanan Darah Dapat Menjadi Tidak Stabil

Kecukupan cairan turut mendukung pemeliharaan volume darah dan tekanan darah. Saat tubuh kehilangan banyak cairan, tekanan darah dapat menurun, terutama ketika berdiri dari posisi duduk atau berbaring. Kondisi ini dapat memicu pusing, pandangan berkunang-kunang, hingga rasa ingin pingsan. Risiko tersebut perlu diwaspadai pada orang yang lebih rentan mengalami dehidrasi, termasuk mereka yang sedang sakit, mengalami muntah atau diare, maupun mengonsumsi obat tertentu.

4. Risiko Gangguan Sirkulasi Meningkat Pada Dehidrasi Berat

Dehidrasi berat dapat menyebabkan penurunan volume darah yang signifikan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat mengganggu pasokan darah dan oksigen ke organ-organ penting, termasuk jantung dan otak. Risiko tersebut berbeda dari anggapan bahwa kurang minum air putih secara langsung menyebabkan serangan jantung. Hubungan yang lebih tepat adalah bahwa dehidrasi berat dapat mengganggu sirkulasi dan menjadi kondisi serius yang memerlukan penanganan medis.

Tanda Tubuh Kekurangan Cairan yang Sering Diabaikan

Rasa haus memang menjadi salah satu tanda tubuh membutuhkan cairan. Namun, perhatian tidak sebaiknya hanya diberikan ketika rasa haus muncul, terutama saat beraktivitas di luar ruangan, berolahraga, atau bekerja dalam kondisi panas.

Beberapa tanda dehidrasi yang perlu dikenali meliputi:

  • Urine berwarna lebih gelap: Warna urine yang lebih pekat dapat menjadi petunjuk bahwa tubuh membutuhkan cairan, meskipun warna urine juga dipengaruhi makanan, obat, dan kondisi kesehatan.
  • Frekuensi buang air kecil berkurang: Produksi urine dapat menurun ketika tubuh berusaha mempertahankan cairan.
  • Mulut dan tenggorokan terasa kering: Kondisi ini dapat muncul ketika asupan cairan tidak mencukupi.
  • Mudah lelah dan pusing: Kekurangan cairan dapat memengaruhi kondisi fisik, konsentrasi, dan kemampuan menjalankan aktivitas.
  • Denyut jantung terasa lebih cepat: Gejala ini dapat muncul sebagai respons terhadap penurunan volume cairan, tetapi juga bisa disebabkan kondisi lain.

Menurut CDC, mengenali tanda dehidrasi dan mengganti cairan yang hilang merupakan bagian penting dari upaya mencegah dampak kekurangan cairan, terutama ketika suhu lingkungan tinggi atau aktivitas fisik meningkat. Apabila muncul kebingungan, pingsan, kelemahan berat, nyeri dada, atau sesak napas, segera cari pertolongan medis. Jangan menganggap gejala berat tersebut sekadar akibat kurang minum air putih.

Berapa Banyak Air Putih yang Dibutuhkan Setiap Hari?

Kebutuhan cairan tidak selalu sama pada setiap orang. Jumlah yang diperlukan dipengaruhi usia, berat badan, aktivitas fisik, suhu lingkungan, kondisi kehamilan atau menyusui, serta keadaan kesehatan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui kampanye GERMAS menganjurkan konsumsi air putih yang cukup sebagai bagian dari perilaku hidup sehat. Anjuran yang sering digunakan sebagai panduan praktis bagi orang dewasa adalah sekitar delapan gelas sehari, meskipun kebutuhan setiap individu dapat berbeda. Jumlah tersebut sebaiknya tidak diperlakukan sebagai batas yang mutlak. Orang yang berolahraga, banyak berkeringat, atau beraktivitas di lingkungan panas mungkin membutuhkan cairan tambahan. Sebaliknya, orang dengan kondisi tertentu, seperti gagal jantung atau gangguan ginjal, dapat memiliki pembatasan cairan yang harus mengikuti arahan dokter. Karena itu, menjaga kesehatan jantung bukan berarti minum air sebanyak-banyaknya. Kuncinya adalah memenuhi kebutuhan cairan secara proporsional dan menyesuaikannya dengan kondisi tubuh.

Kebiasaan Sederhana untuk Mencegah Dehidrasi

Menjaga kecukupan cairan dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Beberapa langkah yang dapat diterapkan antara lain:

  • Minum air putih secara berkala. Jangan menunggu hingga rasa haus terasa berlebihan, terutama ketika sedang sibuk bekerja.
  • Sediakan botol minum. Membawa air putih saat bekerja atau bepergian membantu menjaga kebiasaan minum tetap konsisten.
  • Tingkatkan perhatian saat cuaca panas. Kebutuhan cairan dapat meningkat ketika tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat.
  • Penuhi kebutuhan cairan setelah beraktivitas. Air putih membantu mengganti cairan yang hilang melalui keringat, meskipun aktivitas berat atau berkepanjangan dapat membutuhkan strategi penggantian cairan yang lebih spesifik.
  • Perhatikan perubahan kondisi tubuh. Urine yang lebih gelap, pusing, atau rasa lelah yang tidak biasa dapat menjadi pengingat untuk mengevaluasi asupan cairan.

Kebiasaan tersebut membantu mendukung keseimbangan cairan tubuh. Namun, apabila keluhan berulang atau disertai gejala yang mengarah pada gangguan jantung, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Jaga Kesehatan Jantung Sebelum Keluhan Muncul

Jantung bisa terganggu jika jarang minum air putih ketika kebiasaan tersebut menyebabkan dehidrasi yang mengurangi volume darah dan membebani mekanisme pengaturan sirkulasi. Meski bukan penyebab langsung semua penyakit jantung, kecukupan cairan tetap menjadi bagian penting dari pola hidup sehat. Mulailah dengan membangun kebiasaan minum air putih secara teratur, menjaga pola makan seimbang, dan melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan. Jangan menunggu tubuh memberikan sinyal berupa pusing, kelelahan, atau jantung berdebar untuk mulai memperhatikan kebutuhan cairan.

Untuk mendukung pemantauan kesehatan secara menyeluruh, kunjungi laboratorium medis CITO untuk memperoleh informasi mengenai layanan pemeriksaan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan. Akses aplikasi Beranda CITO untuk mendapatkan kemudahan informasi layanan dan reservasi, serta ikuti WhatsApp Channel CITO untuk memperoleh informasi kesehatan, layanan pemeriksaan, dan promo terbaru.

 

Innovation For happiness

REFERENSI
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). 4 Gejala Umum Tubuh Mengalami Dehidrasi.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Penuhi Kebutuhan Air Putihmu Setiap Hari. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjuta
  • World Health Organization. (2023). Drinking-water
  • World Health Organization. (2022). Guidelines for Drinking-water Quality: Fourth Edition Incorporating the First and Second Addenda.
  • Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Food Poisoning Symptoms.