ilustrasi Ternyata Ini Penyebab Berat Badan Naik Saat Menstruasi

Pernah merasa berat badan tiba-tiba bertambah beberapa hari sebelum menstruasi, padahal pola makan dan aktivitas sehari-hari tidak banyak berubah? Kondisi ini cukup sering menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi perempuan yang sedang menjaga berat badan. Namun, kenaikan angka pada timbangan saat menstruasi tidak selalu menandakan bertambahnya lemak tubuh. Perubahan hormon, penumpukan cairan, hingga perubahan pola makan dapat menjadi faktor yang memengaruhinya.

Menariknya, tubuh perempuan mengalami sejumlah perubahan fisiologis sepanjang siklus menstruasi. Memahami proses tersebut dapat membantu membedakan kenaikan berat badan sementara dengan perubahan berat badan yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.

Mengapa Berat Badan Saat Menstruasi

Berat Badan Naik Saat Menstruasi dapat berkaitan dengan sindrom pramenstruasi atau premenstrual syndrome (PMS). PMS merupakan kumpulan gejala fisik dan emosional yang muncul menjelang menstruasi. Gejalanya dapat berupa perut kembung, perubahan nafsu makan, nyeri payudara, hingga perubahan berat badan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan bahwa gejala PMS dapat meliputi perubahan suasana hati, nafsu makan, nyeri payudara, dan sensasi kembung. Kondisi ini berkaitan dengan perubahan hormonal yang terjadi menjelang menstruasi (Kemenkes RI, 2022).

Sementara itu, World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa siklus menstruasi diatur oleh hormon dan dapat disertai gejala seperti kram, kembung, sakit kepala, serta perubahan suasana hati. Gejala yang dialami setiap perempuan dapat berbeda-beda (WHO, 2026).

Berikut beberapa penyebab yang dapat menjelaskan perubahan berat badan selama menstruasi.

1. Perubahan Hormon Memicu Penumpukan Cairan

Salah satu penyebab utama Berat Badan Naik Saat Menstruasi adalah perubahan hormonal yang terjadi menjelang periode menstruasi. Fluktuasi hormon estrogen dan progesteron dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh. Akibatnya, tubuh dapat menahan lebih banyak cairan untuk sementara waktu. Kondisi ini dikenal sebagai retensi cairan.Penumpukan cairan dapat membuat perut terasa lebih penuh, payudara terasa lebih sensitif, serta tangan atau kaki tampak sedikit membengkak. Dampaknya, angka pada timbangan dapat meningkat meskipun tidak terjadi penambahan lemak tubuh dalam jumlah yang sama. Perubahan tersebut umumnya bersifat sementara. Seiring berjalannya siklus menstruasi, keluhan dapat berangsur mereda. Kemenkes RI melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan menjelaskan bahwa gangguan hormonal, termasuk perubahan yang terjadi selama siklus menstruasi, dapat menyebabkan retensi air dan perut kembung (Kemenkes RI, 2025).

2. Nafsu Makan Meningkat

Perubahan nafsu makan merupakan salah satu gejala PMS. Pada fase ini, sebagian perempuan mengalami peningkatan keinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu atau merasa lebih mudah lapar. Jika asupan energi yang dikonsumsi lebih besar daripada kebutuhan tubuh, kelebihan energi dapat berkontribusi terhadap penambahan berat badan. Namun, perubahan nafsu makan yang berlangsung singkat tidak otomatis menyebabkan kenaikan lemak tubuh secara signifikan. Kemenkes RI menyebutkan bahwa perubahan pola makan dapat memengaruhi intensitas keluhan menstruasi. Konsumsi makanan tinggi garam, lemak, dan kafein juga perlu diperhatikan karena dapat memperberat beberapa keluhan yang muncul selama menstruasi (Kemenkes RI, 2022). Oleh karena itu, keinginan mengonsumsi makanan favorit tetap dapat diakomodasi dengan memperhatikan porsi dan keseimbangan nutrisi.

3. Perut Kembung Membuat Tubuh Terasa Lebih Berat

Kenaikan berat badan saat menstruasi tidak selalu disertai penambahan lemak. Salah satu kondisi yang sering disalahartikan adalah perut kembung. Perut kembung dapat menimbulkan sensasi penuh, tidak nyaman, dan membuat lingkar perut terasa lebih besar. Kondisi ini dapat terjadi akibat perubahan hormonal yang memengaruhi keseimbangan cairan maupun fungsi pencernaan. WHO (2026) memasukkan perut kembung sebagai salah satu keluhan yang dapat muncul selama menstruasi. Kemenkes RI (2025) juga menjelaskan bahwa gangguan hormonal dapat berkontribusi terhadap retensi cairan dan sensasi kembung. Dengan demikian, perut yang terlihat lebih buncit saat menstruasi belum tentu menunjukkan peningkatan lemak di area perut.

4. Perubahan Aktivitas Fisik Selama Menstruasi

Nyeri perut, kelelahan, dan perubahan suasana hati dapat membuat aktivitas fisik terasa lebih berat selama menstruasi. Sebagian perempuan mungkin mengurangi intensitas olahraga, memilih lebih banyak beristirahat, atau menghabiskan waktu dengan aktivitas yang minim gerakan. Jika perubahan aktivitas tersebut berlangsung bersamaan dengan peningkatan asupan makanan, keseimbangan energi tubuh dapat ikut berubah. Meski demikian, berkurangnya aktivitas selama beberapa hari tidak serta-merta menyebabkan kenaikan berat badan yang menetap. Kemenkes RI (2022) menyebutkan bahwa olahraga secara teratur dapat membantu mengurangi keluhan PMS, termasuk perubahan suasana hati. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, peregangan, atau yoga dapat menjadi alternatif ketika tubuh belum nyaman melakukan olahraga dengan intensitas tinggi.

5. Mengonsumsi Makanan Tinggi Garam

Makanan praktis seperti mi instan, makanan olahan, camilan kemasan, dan makanan cepat saji sering menjadi pilihan ketika tubuh terasa lelah menjelang menstruasi. Namun, konsumsi makanan tinggi garam atau natrium dapat memperburuk penumpukan cairan pada sebagian orang. Hal ini dapat membuat tubuh terasa lebih berat dan perut semakin kembung. Kemenkes RI (2023) melalui Modul Kesehatan Reproduksi untuk Mahasiswa menjelaskan bahwa gejala PMS dapat meliputi perubahan berat badan, kembung, pembengkakan tangan dan kaki, serta masalah pencernaan. Mengurangi konsumsi makanan tinggi natrium dan memilih makanan dengan gizi seimbang dapat membantu menjaga kenyamanan tubuh selama menstruasi.

Cara Mengatasi Berat Badan Naik Saat Menstruasi

Perubahan berat badan selama menstruasi dapat dikelola dengan menerapkan kebiasaan sehat secara konsisten. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.

  • Membatasi makanan tinggi natrium, seperti makanan olahan dan camilan kemasan, dapat membantu mengurangi keluhan retensi cairan.
  • Memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Konsumsi air putih secara cukup membantu mendukung fungsi tubuh dan menjaga keseimbangan cairan. Kebutuhan cairan dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh dan aktivitas sehari-hari.
  • Tetap melakukan aktivitas fisik ringan. Berjalan kaki, peregangan, atau yoga dapat menjadi pilihan untuk menjaga tubuh tetap aktif selama menstruasi. Intensitas aktivitas sebaiknya disesuaikan dengan kondisi fisik.
  • Menjaga pola makan seimbang. Konsumsi sayur, buah, sumber protein, dan makanan tinggi serat dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi. Hindari pembatasan makan secara berlebihan hanya karena angka timbangan meningkat sementara.
  • Memantau perubahan berat badan. Catat berat badan dan gejala menstruasi selama beberapa siklus. Pengukuran sebaiknya dilakukan pada waktu dan kondisi yang relatif sama agar perubahan dapat dievaluasi dengan lebih objektif.

Kemenkes RI (2022) menyebutkan bahwa pola makan yang sehat dan aktivitas fisik teratur dapat membantu mengurangi intensitas keluhan menstruasi.

Jadi, Jangan langsung Panik Saat Timbangan Naik

Berat Badan Naik Saat Menstruasi tidak selalu berarti tubuh mengalami penambahan lemak. Perubahan hormon, retensi cairan, perut kembung, serta perubahan nafsu makan dapat memengaruhi angka pada timbangan untuk sementara waktu. Dengan memahami siklus menstruasi dan menerapkan pola hidup sehat, perubahan tersebut dapat dikelola dengan lebih bijak. Apabila kenaikan berat badan berlangsung menetap atau disertai keluhan yang tidak biasa, pemeriksaan kesehatan menjadi langkah penting untuk mengetahui penyebabnya. Laboratorium Medis CITO hadir sebagai Sahabat Sehat untuk mendukung pemantauan kondisi kesehatan secara berkala. Kunjungi Laboratorium Medis CITO terdekat untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan. Akses aplikasi Beranda CITO untuk menikmati kemudahan reservasi dan memperoleh informasi layanan kesehatan. Jangan lewatkan berbagai informasi kesehatan, layanan pemeriksaan, dan promo menarik melalui WhatsApp Channel CITO. Kenali perubahan tubuh, jaga kesehatan secara konsisten, dan jadikan CITO Sahabat Sehat dalam setiap langkah menuju hidup yang lebih sehat.

 

Innovation For Happiness

REFERENSI
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Tips Atasi Mood Swing Saat PMS. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pola Makan Mempengaruhi Siklus Menstruasi. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Modul Kesehatan Reproduksi untuk Mahasiswa.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Berbagai Cara Mengatasi Perut Kembung. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan.
  • World Health Organization. (2026). Menstrual Health. WHO.